(8) Jalan Haji Bektash Wali

Kepada Hajji Bektash Wali

Ku menerima namamu dengan bangga menurut

Yang banyak dan yang liar, sedikit yang saleh

Dan, tetaplah kumenerima engkau sebagai tuanku dan memandang

Keagungan keputusanmu selalu yang baik

Aku seorang yang bid’ah, kutahu, sejak aku

Menolak anggur dan berpaling dan terbang.

Tetapi bukanlah tipuan kesalehan dalam arak-arakanku.

Hanya saja aku-lah yang tercipta  tidak berharga

Untuk menyesap dem dari nafas ke nafas dan mengetahui

Kecupan Allah di sepanjang jalan yang kutempuh

(Thomas McElwain)

“Hati merupakan jendela kepada Penguasa Seluruh Dunia. Di antara Allah dengan  segala sesuatu adalah suatu hijab, tetapi di antara Allah dengan hati  Manusia tiada satu pun (hijab). Hati ibarat Ka’bah. Orang yang hendak berziarah ke Ka’bah, akan pergi dengan kakinya dan dengan hatinya, seharusnya berjalan dalam ketundukan. Maka untuk alasan inilah para pencinta mempersujudkan dirinya, menghadap ke tanah.  Mereka yang hendak ke Ka’bah memerlukan seorang pemandu. AlQur’an adalah sahabat perjalanan. Tetapi sahabat bagi mereka yang berjalan ke sana yang menemani hati tidak lain hanyalah Allah sahaja. Apakah yang disebut cinta adalah selain kobaran cahaya agung Allah dan perapian tempat mengobarkannya adalah hati mereka yang telah sampai.”

(Maqalat-i Haci Bektas Veli)

“Yang Maha Mulia, Allahu ta’ala, berfirman, ‘Jikalau seorang hamba memiliki musuh yang kuat atau jikalau kekuatannya tidaklah cukup, apa yang mesti dilakukannya? Dia akan pergi dan menaungkan dirinya pada orang yang kuat yang ia akan mendapat perlindungan sehingga ia akan selamat dari musuhnya. Dengarkan-lah AKU wahai Manusia! Kamu telah memiliki musuh yang tak nampak yaitu Setan, yang terkutuk. Tetapi engkau juga mempunyai teman yang tak nampak yaitu Yang Maha Pengasih [ar-Rahman] dan Yang Maha Penyayang [ar-Rahim]. Maka bacalah Basmalah [Bismillah ir-Rahman ir-Rahim] supaya si Setan dapat terusir dengan Kekuatan-KU

(Sharh al-Basmala)

Hajji Bektash Wali merupakan Syekh pendiri Tarekat Bektashiyyah yang berasal dari Khurasan (Iran) dan hidup di Anatolia (Turki), hidup sekitar tahun 1209-1271 M. Nama lain beliau adalah Syekh Hunkar. Bektashiyyah sendiri berkembang atau berpengaruh sangat kuat dalam  kelompok Alevi – yang karena itu selalu disandingkan Alevi-Bektashi – suatu kelompok/suku-suku (yang semula) nomaden/hidup di pedesaan/daerah terpencil di pegunungan Turki yang luas. Pengaruh Bektashiyyah juga mencapai kelompok militer Janiseri pada zaman Sultan Mahmud II Turki Usmaniyah,  juga kelompok-kelompok Qizilbash, Alians, Ishikiyyah dan sebagainya yang acapkali disandingkan dengan kelompok Syiah Ghulat yang sering disalahfahami sebagai kelompok yang menuhankan Imam Ali. Seperti semua kelompok di Jalan Imam Ali dan Ahlulbayt, kelompok-kelompok mistis dan spiritual ini menekankan devosi atau ketaatan dan bakti setia kepada para imam sehingga bagi mereka yang bersebarangan akan memahaminya sebagai bentuk mendewakan para Imam. Sebagaimana yang telah saya tulis panjang lebar dalam empat artikel (Wejangan Syekh Hunkar), Bektashiyyah memang memiliki bentuk yang sangat beragam, dari yang sangat fundamental sampai liberal, bahkan melahirkan bentuk-bentuk spiritual baru yang terkait dengannya karena menetapkan Hajji Bektash Wali sebagai Guru Utama atau Pir, walaupun secara institusional dan organisatoris satu sama lain tidak selalu berhubungan/berkaitan. Penekanannya terdapat dalam ketaatan terhadap Imam Ali dan kemudian 11 imam lainnya. Pada tarekat-tarekat tradisional Bektashiyyah sendiri, kehidupan spiritual sangat menekankan syariat bermazhab Ja’fari yang kuat, sementara dalam bentuk yang lebih liberal akan terlihat pada kelompok Alevi yang memiliki corak tradisi khas Turki, terutama dalam semah dan hubungan antara laki-laki dengan perempuan. Jadi Alevi dengan Bektashi harus dapat dibedakan walaupun keduanya serupa. Di samping itu ternyata pada isu-isu kontemporer, Alevi modern sudah jauh berbeda karena terdiri dari berbagai bentuk/golongan juga (http://islam.wikia.com/wiki/Alevi).

Semoga Allah merahmati Hajji Bektash Wali

Membaca Maqaalat tentang ajarannya tiada akan pernah selesai

Kuhormati Maulana Rumi dan Syaikh Ibnu Arabi

Yang pertama karena Masnawi dan seluruh gudang mutiaranya

Yang kedua karena Fushus Al Hikam dan seluruh gudang permatanya

Tetapi Hajji Bektash Wali selalu di hati

Dengan kesederhanaan dan kerendahan hati

Setia menjunjung cinta kepada Imam Ali dan Ahlul Bayt

Mengingatkan kembali ikatan di antara Empat Kitab Suci

Dengan Empat Pintu Gerbang-nya

Untuk menyusuri Jalan Tauhid dalam

Naungan Seluruh Nabi dan Imam Suci

Serta mengejahwantahkan kasih kepada para Bunda Terkasih

Kepada setiap perempuan: ibu, anak gadis, dan saudari semua bangsa

Biarlah manusia menilai dan menghakimi sesuka hati

Tetapi hanya Allah Yang Maha Mengetahui

Sebelum mengenalnya Jalan ini bagai kabut yang sulit ditembus

Sekarang perlahan aku menemukan secercah harapan

Cahaya dari sepenggal demi sepenggal kata yang sederhana

Dan akhirnya Tuhan juga tempat kuberpaling

Kuserahkan pada-NYA jalan mana yang mesti kutempuh

Seperti kuserahkan hidupku sepenuhnya

Hanya kepada DIA yang telah memperkenalkan aku padanya

Semoga Rahmat Allah mencucuri roh Haji Bektash Wali

Beserta segenap guru yang menyebarluaskan wangi semerbak

Ajaran dan teladan luhurnya

Yaitu gudang emas berlian yang tiada habisnya

SHALAWAT bagi Nabi Muhammad dan keluarganya,

Teriring untuk beliau guru kami semoga senantiasa berada di sisi mereka

~ Amin Ya Rabbal Alamiin ~

HAJI BEKTASH WALI QUOTATIONS

“Seek and find.”

Ara bul.

“Don’t forget that your enemy is also a human being.”

Düşmanınızın dahi insan olduğunu unutmayınız.

“Teach the women.”

Kadınları okutun.

“Don’t do to anyone what you don’t want done to you.”

Nefsine ağır geleni kimseye tatbik etme.

“Do not criticize any man or people.”

Hiç bir milleti ve insanı ayıplamayınız.

“Even if you are offended, do not offend in return.”

İncinsen de incitme.

“Take responsibility for your words, actions, and morals.”

Eline diline beline sahip ol.

“Take responsibility for your own spouse, job, and nourishment.”

Eşine, işine, aşına sahip ol.

VIDEO-VIDEO TENTANG SEMAH


3 responses to “(8) Jalan Haji Bektash Wali

  1. I am originally from Turkey. I am of alevi-bektashi descent. It makes me really happy to read about haci bektas veli in an indonesian website. Can you say me how many bektashis-alevis in indonesia live today? If yes, are there some communities?

    • Salam Karem. I am glad to meet an Alevi-Bektashi!
      I do not know anyone who are Bektashi-Alevi descents in Indonesia. I have not come up to Turkey embassy yet to find out.
      However, I belong to an order that highly venerate Haji Bektash Veli. It’s called Dawoodiyya Order. I’m the first dervish of that order in Indonesia since 2009. We venerate Haji Bektash Veli, but we could not trace our lineage more than what our mentors have received from their American grandparent. A set of names of the 12 imams and Haji Bektash Veli. I manage the Dawoodiyya communities in Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s