Jalan (The Path)

Mukadimah

 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Huu

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Tuhan (tiada illah selain Allah) dan Muhammad adalah utusan-Nya. Salam dan sholawat kepada seluruh nabi suci, Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Isa, Muhammad, dan seluruh pembimbing suci, Ali, Hasan, Husein, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far as-Sodiq, Musa al-Kazim, Al-Riddha, Al-Taqi, Al-Naqi, Al-Askhari, dan Muhammad al-Mahdi.

 


 

Pada umur kira-kira 14 atau 15 tahun, saya pernah membaca buku kecil tentang agama-agama di dunia.  Sementara itu, perpustakaan ayah saya dipenuhi oleh kitab-kitab menarik, penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan. Namun, pikiran murni dan bersih saya kemudian teracuni oleh fatwa-fatwa dari mereka yang konon mengajarkan agama yang paling benar dan murni kepada saya – di sekolah, khususnya, maupun di dalam masyarakat.

Tetapi, saya selalu membayangkan tentang Tuhan, memikirkan tentang-Nya, selalu melihat ke langit, dan melihat ke pohon-pohon, atau jalanan yang tergenang air dan tetes hujan menari-nari membasahinya, dan memikirkan tentang Tuhan. Mengapa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan begitu banyak keragaman? Mengapa Tuhan menciptakan alam semesta? Mengapa Tuhan menciptakan manusia, dan kemudian menciptakan saya? Mengapa Tuhan mengirimkan nabi-nabi ke tengah umat manusia? Mengapa Tuhan menyampaikan kitab demi kitab suci? Seandainya, nabi hanya satu, dan kitab suci hanya satu, maka konflik di antara umat manusia mungkinkah tak akan terjadi? Sebab Habil dan Qabil pun bersiteru sebelum Yesus dan Muhammad, Alkitab dan AlQuran?

Saya lelah dengan peperangan atas nama agama, klaim kebenaran masing-masing agama dan mazhab, serta saya muak dengan segala macam bentuk rasisme. Tetapi, saya tidak ingin jatuh ke dalam kubangan atheisme maupun liberalisme, di mana saya akan mengingkari Tuhan dan mengingkari firman-firman-Nya.

Pada waktu muda, saya sering bermimpi tentang hal-hal aneh, saya sering merasa berada di tempat-tempat yang jauh dari luar jangkauan saya. Pada waktu itu belum ada internet, google, dan semacamnya. Tetapi, saya sering mengalami beberapa kejadian yang mirip dan serupa, yang tak ada dalam televisi, film atau semacamnya. Di tengah-tengah hiruk-pikuk teman-teman saya yang non-muslim (dan saya sendiri tidak menyukai istilah ini, tapi mau bagaimana lagi? nama ‘muslim’ telah dimonopoli oleh sekelompok orang  yang merasa dirinya paling benar) saya berdoa dan terus menuliskannya dalam diari saya, betapa saya berharap Tuhan memberkati mereka dengan hidayah-Nya.

Ada suatu dorongan yang kuat dalam diri saya. Mempelajari segala yang ada di muka bumi ini tanpa diskriminasi – sejarah orang-orang, agama-agama, nabi-nabi, suku-suku bangsa, bahasa-bahasa, filsafat, seni dan semuanya. Bukankah Allah jua yang menciptakan mereka semua?

Akhirnya sebuah Jalan pun terbuka untuk saya pada tahun 2010.  Tahun yang sangat spesial untuk saya! Itulah Jalan Para Guru yang sejak dahulu selalu membimbing saya dengan Kuasa dan Kasih Sayang Allah swt lewat mimpi-mimpi, intuisi-intuisi, dan ilham-ilham cerita saya. Setelah pada tahun 2009, saya bertemu dengan seorang calon mursyid dari sebuah tarekat Sunni, seorang saudara, guru pertama, yang sumbangsihnya tak terkira dalam memperkenalkan saya kepada ajaran para pencinta ahlul bayt. Juga seorang guru luarbiasa yang mengajarkan ajaran-ajaran Ibn Arabi kepada saya. Akhirnya pada tahun 2010, sebuah pintu gerbang terbuka juga untuk saya menembus ruang dan waktu ke Jalan bertemu, bersatu dengan-Nya.

Semoga Tuhan selalu dan senantiasa melimpahi saya dan para guru saya dengan petunjuk, berkah dan rahmat-Nya.

Amin ya rabbal alamiin.

 

Dalam Laman “The Path” ini, saya (akan) memuat

(mohon maaf, dalam proses):

1. Jalan Nuh (Maret, 2011)

2. Jalan Ibrahim (Maret, 2011)

3. Jalan Musa (Maret, 2011)

4. Jalan Daud (Maret, 2011)

5. Jalan Isa (Yesus) (Maret, 2011)

6. Jalan Muhammad (Maret, 2011)

7. Jalan  12 Imam (Maret, 2011)

8. Jalan Haji Bektash Wali (Maret, 2011)

9. Jalan Yunus Emre (Maret, 2011)

10. Jalan Para Ibu (Maret, 2011)

11. Jalan Nenek Moyang (Maret, 2011)

12. Jalan Dawoodiya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s