Belajar dan Berlatih Menjadi Kesatria Cahaya (Bagian 1)

~ Kutipan-kutipan dari buku “Kesatria Cahaya” karya Paul Coelho ~

Menjadi kesatria cahaya, disadari atau tidak, menemukan banyak paradoks, menemukan banyak rintangan, menemukan banyak hal-hal benar yang saling bertentangan, menemukan kehidupan sekaligus mara bahaya, menemukan kesalahan-kesalahan, kebaikan-kebaikan, dan keburukan-keburukan di dalam perjalanan. Menemukan bahwa kebahagiaan adalah penderitaan, tetapi juga menemukan kebahagiaan bukan penderitaan; menemukan pengorbanan itu penting sekaligus menemukan pengorbanan itu tidak perlu. Demikian bagian pertama ini akan mengupas bagian-bagian yang buruk, serta hal-hal yang tidak akan dipatuhi oleh para kesatria cahaya manapun; dan bagian kedua akan mengupas bagian-bagian yang baik dan strategi-strategi para kesatria cahaya.

SIAPAKAH KESATRIA CAHAYA?

Ksatria Cahaya adalah orang yang bisa memahami mukjizat kehidupan, yang sanggup bertahan sampai akhir dalam memperjuangkan apa yang dia yakini – dan yang mampu mendengar dentang-denting lonceng yang diayun-ayunkan gelombang di dasar laut. ~ Setiap orang mampu melakukan hal-hal itu. Dan, walau tak seorang pun merasa dirinya sebagai kesatria cahaya, kita semua adalah kesatria cahaya. 

(Halaman 13).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

20 HAL BURUK TENTANG KESATRIA CAHAYA – inilah sebab-sebab dia disebut kesatria cahaya sebab dia telah melalui ini semua, tetapi tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik daripada dirinya sendiri yang sekarang. 

  1. Setiap kesatria cahaya pernah merasa takut untuk terjun ke medan tempur. 
  2. Setiap kesatria cahaya pernah, di masa lalu, membohongi atau mengkhianati seseorang.
  3.  Setiap kesatria cahaya pernah melangkahkan kaki di jalan yang bukan jalannya.
  4. Setiap kesatria cahaya pernah menderita karena alasan-alasan yang paling sepele.
  5. Setiap kesatria cahaya pernah, setidaknya sekali, meyakini bahwa dirinya bukanlah kesatria cahaya.
  6.  Setiap kesatria cahaya pernah gagal menunaikan kewajiban-kewajiban spiritualnya.
  7.  Setiap kesatria cahaya pernah mengatakan “ya” ketika dia ingin mengatakan “tidak”.
  8.  Setiap kesatria cahaya pernah menyakiti seseorang yang dia sayangi.

(1-8: Halaman 36).

9. Kesatria Cahaya tidak selalu benar, acap kali bersusah hati, tidak selalu yakin, dan selalu bertanya kepada dirinya sendiri ~ Penegasan dua kali oleh Paul Coelho:

Para kesatria cahaya selalu memiliki pancaran khas di mata mereka. Mereka berasal dari dunia ini dan menjadi bagian dari kehidupan orang-orang lain. Mereka melakukan perjalanan tanpa membawa ransel dan juga tanpa sandal. Kerap kali merea berlaku seperti pengecut. Mereka tidak selalu membuat keputusan-keputusan yang tepat.

Mereka bersusah hati karena hal-hal yang paling sepele. Mereka memiliki pikiran-pikiran buruk dan kadang-kadang percaya bahwa mereka tidak mampu berkembang. Mereka sering menganggap diri mereka tidak layak mendapatkan berkat atau mukjizat.

Mereka tidak selalu yakin apa yang mereka kerjakan di sini. Mereka menghabiskan malam-malam tanpa tidur, sambil percaya bahwa kehidupan mereka tidak mempunyai makna.

Itulah sebabnya mereka disebut kesatria cahaya. Karena mereka berbuat salah. Karena mereka mengajukan pertanyaan demi pertanyaan pada diri sendiri. Karena mereka terus mencari jawaban — dan yakin akan menemukannya.

KUTEGASKAN LAGI:

Engkau bisa mengenali seorang kesatria cahaya dengan melihat ke dalam matanya. Para kesatria cahaya berada dalam dunia, mereka menjadi bagian dari dunia, dan mereka dikirim ke dunia tanpa ransel ataupun sandal. Mereka seringkali berlaku seperti pengecut. Mereka pun tidak selalu bertindak benar.

Para kesatria cahaya terluka oleh hal-hal yang paling bodoh, mereka mengkhawatirkan hal-hal sepele, mereka percaya bahwa diri mereka tidak mampu berkembang. Kadang-kadang, para kesatria cahaya menganggap diri mereka tidak layak mendapat berkat atau mukjizat.

Para kesatria cahaya sering bertanya kepada diri sendiri, apa yang sedang mereka lakukan di sini. Kerap kali mereka merasa hidup mereka tanpa makna.

Itulah sebabnya mereka disebut kesatria cahaya. Karena mereka pernah gagal. Karena mereka selalu mengajukan pertanyaan demi pertanyaan. Karena mereka terus mencari-cari makna. Dan, pada akhirnya, mereka akan menemukannya.

(Halaman 27 dan 81)

10. Kesatria cahaya kadang-kadang bertempur melawan orang-orang yang disayanginya. (Halaman 22)

11. Kesatria cahaya tak peduli bahwa di mata orang-orang lain, perilakunya mungkin tampak sangat majenun (baca: gila). (Halaman 28)

12. Kesatria cahaya yang terlalu mengandalkan kecerdasannya cenderung menganggap enteng kekuatan lawannya. (Halaman 51)

13. Kesatria cahaya sering merasa putus asa. (Halaman 57)

14. Sang kesatria mengingat masa lalunya. (Halaman 59)

15. Kesatria cahaya menaruh perhatian pada hal-hal sepele, karena hal-hal sepele ini bisa sangat mempersulit dirinya. (Halaman 64)

16. Kesatria cahaya tidak selalu mempunyai keyakinan teguh. (Halaman 65)

17. Sang kesatria cahaya pernah tanpa sengaja mengambil langkah yang keliru dan terjatuh ke dalam jurang. (Halaman 79)

18. Sang Kesatria berperilaku seperti anak kecil. (Halaman 80)

19. Kesatria cahaya melepaskan gagasan tentang hari dan jam agar bisa memberikan perhatian yang lebih besar pada saat ini. (Halaman 125)

20. Kesatria cahaya tidak memiliki “kepastian”, dia hanya memiliki sebuah jalan untuk diikuti, jalan yang untuknya dia mencoba menyesuaikan diri, tergantung pada musimnya.  ~ “sikap yang paling tepat pada saat itu” (Halaman 127)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

7 PERINTAH YANG TIDAK AKAN DIPATUHI KESATRIA CAHAYA

1. TUHAN berarti pengorbanan. Menderitalah dalam hidup ini, dan engkau akan berbahagia dalam kehidupan yang akan datang.

2. Orang-orang yang suka bersenang-senang itu kekanak-kanakan. Tetaplah tegang dan serius sepanjang waktu.

3. Orang lain lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, sebab mereka mempunyai lebih banyak pengalaman.

4. Kewajiban kita adalah membuat orang lain bahagia. Kita harus menyenangkan mereka, meski itu berarti kita harus membuat pengorbanan besar.

5. Kita tidak boleh minum dari piala kebahagiaan; kita mungkin begitu menyukainya, padahal kita tidak selalu memiliki piala itu di tangan kita.

6. Kita harus menerima semua hukuman. Kita semua bersalah.

7. Rasa takut adalah sebuah peringatan. Kita tidak ingin mengambil resiko apapun.

Ini semua adalah perintah-perintah yang takkan bisa dipatuhi kesatria cahaya manapun.

(Halaman 141).

*Bagian ini sangat penting. Dalam bukunya “Seperti Sungai yang Mengalir” Paul Coelho menyebutkan EMPAT MITOS  dalam bab:

BAHAYA-BAHAYA YANG MENGINTAI DALAM PENCARIAN SPIRITUAL:

1. Pikiran bisa menyembuhkan segalanya.

2. Daging merah bisa mengusir cahaya Ilahi.

3. Tuhan adalah pengorbanan.

4. Hanya ada satu jalan menuju Tuhan.

Paul Coelho bahkan mengutip ucapan Nabi Muhammad saw. (perlu dicari hadisnya):

“Kalau kita tidak bahagia, kita menularkan ketidakbahagiaan itu kepada sahabat-sahabat kita.”

BERSAMBUNG.

Comments are closed.