ALLAH, WALI dan ORANG TERKUTUK

turbah

ALLAH MAHA PEMURAH

Seorang darwis melangsungkan pengembaraan dengan menumpang kapal laut, sebagaimana halnya masa-masa lalu. Suatu saat kapal tiba di hamparan laut terbuka mendadak badai menerjang menyebabkan kapal tersebut berguncang-guncang tidak karuan. Sang darwis menjadi begitu ketakutan, bahkan di antara semua penumpang dialah yang paling gemetaran, ketakutan, dan cemas. Di kapal tersebut juga ada seorang hoja, dan sesuai kebiasaannya, mengetahui ia adalah seorang darwis, dia berusaha menenangkan si darwis.

“Mengapa kamu takut wahai temanku?” kata sang hoja. “Tidak tahukah kamu bahwa Allah itu Maha Pemurah di antara para pemurah?”

“Itulah mengapa aku begitu ketakutan,” jerit si darwis Bektashi. “DIA begitu pemurah sehingga DIA bisa memberi makan ikan dengan mayat-mayat kita.”

bektasi_gif

RENDAH HATI

Pada suatu masa, alkisah ada seorang lelaki mendatangi seorang darwis.
Lelaki tersebut bertanya kepada sang darwis, “Permisi, Tuan, saya mempunyai pertanyaan. Dapatkah engkau memberitahu seperti apakah gerangan tampaknya seorang wali (awliya)?
“Seperti bagaimana dia seharusnya?” kata si darwis. “Dia seharusnya ialah seorang manusia seperti kamu dan aku!”
“Apakah kamu seorang wali kalau begitu?” tanya si lelaki.
“Ya, aku seorang wali,” jawab si darwis Bektashi.
Si lelaki tersenyum dan berkata, “Kalau begitu tunjukkanlah sebuah keajaiban kepadaku!”
“Apakah yang kamu inginkan?” tanya si darwis.
“Hmm…” pikir si lelaki. “Buatlah pohon di situ berjalan ke sini.”
Sang darwis pun menatap ke pohon tersebut dan kemudian memberikan perintah, “Berjalanlah! Oh Pohon! Berjalanlah! Oh Yang Diberkati!” Akan tetapi pohon tersebut tidak bergerak sama sekali.
Kemudian sang darwis berjalan menuju ke pohon tersebut dengan lelaki itu ikut di belakangnya itu memperhatikan dengan bingung.
Kemudian mereka sampai ke pohon, dan sang darwis berkata, “Adalah terlarang bagi seorang wali untuk bersikap sombong di hatinya. Karena pohon tersebut tidak mau datang kepadaku, maka akulah yang akan datang ke pohon tersebut.”

simbol  bektashi

SIAPA YANG PALING TERKUTUK?

Arakian, tersebutlah kisah tentang seorang darwis Bektashi yang bertubuh pendek dan cukup bersahaja. Sultan pada masa ia hidup adalah Sultan Muhammad IV/Mehmet IV (1648-1687 M). Sultan Mehmed ini dikenal sangat menyukai kegiatan berburu, sehingga dalam sejarah beliau dikenang sebagai Mehmet Sang Pemburu. Beliau suka menghabiskan waktu mengejar kelinci-kelinci dan permainan-permainan lain.

Kalakian, pada suatu pagi, si darwis Bektashi berjalan melewati istana tepat ketika sang sultan dan rombongannya sedang berangkat untuk berburu. Para pahlawannya, kuda-kudanya, pelayan-pelayannya dan sejumlah besar ksatria lewat tepat di depan si darwis Bektashi yang tidak menarik dilihat.

Entah bagaimana, sang sultan pulang dengan tangan kosong pada hari keesokannya. Itu bahkan merupakan kali pertama sang sultan pulang dari berburu tanpa hasil tangkapan sama sekali. Dengan marah, dia berusaha memahami kegagalannya. Pada akhirnya, salah satu wazirnya teringat bahwa ketika itu ada seorang Bektashi yang tidak menarik dilihat sedang berdiri di depan pintu gerbang istana pada pagi keberangkatan itu.

Maka, wazir itu berkata, “Yang Mulia, apakah engkau ingat gelandangan yang berdiri dan menonton rombongan berburu kita meninggalkan istana kemarin pagi? Mungkin dia adalah orang yang terkutuk dan tatapan matanya menyebabkan guna-guna kutukan pada perburuan kita.”

Hatta, yakin oleh hal yang disampaikan itu, sang sultan pun memerintahkan para punggawanya menangkap si Bektashi. Tidaklah lama kemudian si darwis pun dibawa ke hadapan sang sultan. Mereka pun menjelaskan alasan keberadaannya di istana, dan melaknat dia supaya mati, dan berkata bahwa dia adalah orang yang terkutuk.

Mendengar berita yang mengerikan tersebut, si Bektashi melemparkan pandangannya kepada sang sultan dan berkata, “Wahai Sultan, katakanlah pada hamba, siapakah yang paling terkutuk di antara kita berdua? Tatapan mata hamba menyebabkan baginda kehilangan kepala beberapa ekor kelinci sedangkan tatapan baginda menyebabkan hamba kehilangan kepala?”

Sang sultan sangat tersentuh oleh ucapan si darwis dan akhirnya membebaskan si darwis pergi.

dervis-1800-yillar-dervis-kimdir

Terjemahan Bebas oleh Gayatri WM dari Bektashi Wit and Humor

Comments are closed.