Apakah seorang Manusia itu, Sekarang Aku Tahu

oleh: Muhittin Abdal

Mereka selalu bicara tentang  manusia, manusia —
Apakah seorang manusia itu, sekarang aku tahu.
Mereka selalu membicarakan hati, sang hati —
Apakah sang hati itu, sekarang aku tahu.

Di dalam hati seorang beriman ia telah ditemukan —
ia tidak ditemukan di mana pun di luar.
Kami menemukan ia dalam keluasan diri kita sendiri.
Apakah iman itu, sekarang aku tahu.

Inilah bagaimana mereka memetik gandum dari sekamnya,
dan di mana gerangan kata-kata dan perbuatanmu mesti berbicara untukmu.
Inilah tempat mereka yang bijaksana membimbing Jalan —
Apakah esensi dari jalan Sufi ini, sekarang aku tahu.

Apakah ketakutan  orang saleh yang dijinjing seperti koper,
mengapa mereka menembakkan anak panah kepada mereka yang beriman?
Apakah yang mereka sembunyikan dan palsukan dalam bahasa yang manis? —
Apakah keraguan itu, sekarang aku tahu.

Diberikan ciri-ciri ini semua, aku menjadi seseorang.
Melalui kelapangan Tuhan aku diampuni (dalam) segala sesuatu.
Aku menemukan kesatuan mutlak dengan Realitas.
Apakah tamu itu, sekarang aku tahu.

Aku berkata pada lubuk hatiku Jadilah rendah hati ,
dan Sang Maha Agung melimpahiku dalam rahmat nan berkat;
Ada suatu tanda yang menghanguskan aku dalam hati.
Apakah bukti itu, sekarang aku tahu.

Muhittin menyatakan Kebenaran adalah saksi.
Tuhan ada di mana pun jika kamu benar-benar hendak melihat.
Apakah yang tersembunyi, apakah yang nyata —
Apakah seorang  manusia itu, sekarang aku tahu.

Diterjemahkan dari:

http://www.poetry-chaikhana.com/A/AbdalMuhitti/index.htm

'The Whirling Dervishes' by Jean-Leon Gerome, French. Oil, 1899

 

Muhittin Abdal adalah seorang penyair sufi Bektashi abad ke-16 dari wilayah Balkan, dalam wilayah kekaisaran Turki-Usmaniyah.

One response to “Apakah seorang Manusia itu, Sekarang Aku Tahu

  1. Sejatinya manusia itu diciptakan oleh ALLAH dari air yang hina seperti diwahyukan dalam ALQURAN, dan mereka dilahirkan dalam keadaan yang lemah. Tetapi ketika manusia itu menjadi dewasa dan kuat, kebanyakan mereka menjadi sombong dengan kekuatan jasmani dan rohani yang mereke peroleh dari Allah swt. Mereka menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri tanpa peduli dengan sesama manusia sehingga terjadilah pembunuhan, pelecehan terhadap manusia lain dengan berbagai cara.
    Inilah yang terjadi saat ini, banyak korban2 yang tidak berdosa, seperti anak2, mulai dari anak2 yang baru lahir seolah2 tidak ada masa depannya lagi.
    Alangkah sombongnya manusia itu ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s