Hari Kasih Sayang

Happy Yaumul Mahhabbah! Selamat Hari Kasih Sayang!

Hari untuk mengeratkan persaudaraan kita..

Setiap 1 Zulhijjah, kaum Muslim Syi’ah menyambut dengan sukacita “Hari Kasih Sayang”, memperingati dan merayakan hari perkawinan Imam Ali dan Ibunda Fatimah Az-Zahra sebagai hari perkawinan dua orang mulia yang menjadi teladan dan panutan kaum Muslim baik Sunni maupun Syi’ah. Bahkan, putra-putra  (keturunan) terbaik mereka, juga menjadi panutan seluruh kaum Muslim baik Sunni maupun Syi’ah. Imam Ja’far as-Sodiq misalnya adalah panutan bagi seluruh fukaha dan imam mazhab fikih dari kalangan Sunni dan Syi’ah.  Demikian juga dengan Imam Mahdi, walaupun terdapat dua pandangan yang sedikit berbeda antara Muslim Sunni dengan Syi’ah, tetapi keduanya meyakini beliau adalah putra pasangan pengantin mulia ini. Di Indonesia, dan Nusantara, sebagian besar kalangan meyakini bahwa para Walisongo serta para sultan Muslim merupakan keturunan maupun memiliki tautan dengan keturunan Imam Ali dan Fatimah Az-Zahra.

Saya ingat tentang sebuah hadist yang menyatakan bahwa barangsiapa yang menyakiti Fatimah Az-Zahra berarti menyakiti Rasulullah saw. Dan, bagi saya, siapa saja, bahkan seorang Muslim dan bahkan seorang yang masih keturunan Fatimah az-Zahra sendiri, memiliki potensi untuk menyakiti Fatimah az-Zahra, antara lain dengan mencederai ajaran-ajaran Islam dan tidak mengikuti panutan yang telah beliau ajarkan bersama-sama suami terkasihnya, Imam Ali – atau Sayiddina Ali bin Abi Thalib. Mudah-mudahan kita semua dapat terhindar dari hal tersebut.

Sebagai informasi, ratusan ribu keturunan langsung keduanya maupun tautan langsung dari keduanya (yang dimaksud adalah mereka yang berasal dari putri-putri keturunan keduanya, sebab secara budaya masih menganut sistem genealogis yang patrilineal), dengan berbagai gelar seperti sayyid, habib, khan, dll merupakan kaum Muslim yang menganut berbagai mazhab, baik Sunni, Sufi, Syi’ah Imamiyah, Syi’ah Ismai’liyah, dsb… Bahkan, tidak tertutup kemungkinan juga mereka ini menjadi pengikut wahabi yang dianggap tidak setuju memberi penghormatan “berlebihan” bagi para keturunan ahlulbayt – umumnya  semata-mata karena pemahaman yang sempit mengenai “darah biru” dalam Islam, padahal dalam sejarah munculnya nabi-nabi, garis keturunan “darah biru” itu bukanlah hal yang buruk (atau berlebihan), yang perlu difahami lebih dari sekedar “dimensi manusia” belaka.  Dengan mengetahui bahwa keturunan kedua orang mulia ini tersebar di mana-mana, menyebarkan Islam dengan berbagai cara, dan berprofesi beragam, maka mudah-mudahan hari ini, bisa mengingatkan kembali kepada semua kaum Muslim harus memulai ukhuwah Islamiyah di dalam tubuh Islam terlebih dahulu sebelum berangkat mengkampanyekan perdamaian dan toleransi kepada umat beragama lain — yang kesemuanya dilandasi atas dasar

cinta kasih dan kasih sayang

— sebab secara historis, atau pada kenyataannya, putra-putra Fatimah Az-Zahra telah memilih jalan mereka masing-masing untuk meraih Cahaya-Nya. Bagaimanapun juga, saya yakin bahwa perbedaan dan keragaman ini semua terjadi atas kehendak-Nya dan bagi kitalah untuk menemukan hikmah di balik semuanya.

Berikut adalah sepenggal puisi dari ordo sufi Bektashi tentang 12 Imam yang amat dihormati khususnya oleh kaum Muslim Syi’ah Imamiyah (yang dari mereka masing-masing melahirkan putra-putra terbaik dalam dunia Islam)…

Hatiku baik dan terang dengan cinta Haydar

Di samping Haydar, al-Hasan adalah Pemandu dan Pemimpin kami

Debu di bawah sepatu al-Husain

adalah pahit perih bagi mataku

al-Abidin, Sang ornamen bagi semua pengikut

bagaikan mahkota di atas kepalaku

Baqir adalah cahaya kedua mataku

Agama  Ja’far adalah sejati dan jalan Musa adalah benar

O, para pengikut setia: dengarlah aku memuja Raja dari segala Raja

siapa yang terkubur di Khurasan, ar-Ridho

sebiji partikel dari debu di makamnya adalah pengobat semua penderitaan

Pemimpin bagi semua orang mukmin adalah al-Taqi, o kaum Muslim terkasih,

Jika kau mencintai al-Naqi daripada orang-orang lain,

kau telah melakukan hal yang patut dan benar

al-Askari adalah cahaya mata bagi Adam dan seluruh dunia

Di mana dapat dijumpai, di dunia ini,

pemimpin yang memerintah sebagaimana al-Mahdi?*

*Diterjemahkan dari:

Next to Haydar, al-Hasan is our Guide and Leader.
The dust beneath the Shoes of al-Husayn
is the colirum for my eyes.
al-Abideen, the ornament of all devotees
is like a crown on my head.
al-Baqir is the light of both my eyes.
The religion of Ja’far is true and the path of Musa is right.
O, loyal, ones: listen to me praising the King of Kings
who is buried in Khurasan, ar-Rida.
A particle from the dust of his tomb is the cure of all pains
Leader of men of faith is al-Taqi, O dear Muslims!
If you love al-Naqi in preference to all other people,
you have done the thing which is proper and right.
al-Askari is the light of the eyes of both Adam and the world.
Where can be found, in the world,
such a chief in command like al-Mahdi?

(http://www.bektashiorder.com/the-twelve-imams)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s