Banyak Jalan Menuju Roma

sebuah kisah “mysticsm”

Alkisah, tiga orang biarawati yang berasal dari tiga biara berbeda dan tiga negeri berbeda, dalam waktu yang sama berniat untuk menempuh perjalanan ke Roma dengan berjalan kaki. Setelah selang beberapa waktu, mereka bertiga bertemu di tengah perjalanan mereka.

Biarawati pertama kedua matanya telah buta dan dia berjalan dengan tongkatnya. Konon dia buta karena selama bertahun-tahun di dalam biara dia selalu membaca dan membaca, bahkan dalam keadaan cahaya yang redup. Kebiasaannya itu akhirnya membuat matanya buta ketika dia semakin tua. Walaupun demikian ia memiliki pendengaran yang sangat tajam.

Biarawati kedua kedua telinganya telah tuli dan bicaranya tidak lagi jelas. Konon dia menjadi tuli dan bisu karena sejak masih kanak-kanak dalam biara dia selalu mendengarkan lagu-lagu dan menyanyi memuja Tuhan dengan suara keras. Kebiasaannya itu akhirnya membuat pendengaran dan suaranya menjadi kurang jelas ketika dia semakin tua. Walaupun demikian ia memiliki penglihatan yang sangat baik.

Biarawati ketiga kakinya lumpuh sehingga dia harus berjalan dengan dua tongkat.  Konon dia menjadi lumpuh bermula karena dia dikenal sebagai pekerja keras yang tak kenal lelah melakukan pengabdian, sehingga suatu hari dia mengalami kecelakaan karena terlalu memaksakan diri melakukan suatu pekerjaan dalam keadaan lelah. Walaupun lumpuh, ia masih memiliki semangat yang tinggi.

Pendek cerita, mereka bertiga bertemu dan saling berbicara. Biarawati yang bisu menulis kata-katanya, yang dibacakan oleh biarawati yang lumpuh kepada biarawati yang buta. Demikianlah mereka bertiga saling berkomunikasi. Mereka bertiga sangat gembira karena ternyata tujuan mereka sama yaitu pergi berziarah ke Roma. Dan itu adalah perjalanan pertama mereka ke Roma, bahkan ke luar kota mereka. Akhirnya mereka bersepakat bahwa mereka harus pergi bersama-sama. Tetapi, sebelumnya, mereka sempat berdebat mengenai arah ke mana mereka harus pergi. Biarawati pertama merasa begitu yakin bahwa mereka harus pergi ke arah Barat. Sebab itulah yang dikatakan oleh para seniornya yang telah pergi ke Roma. Biarawati kedua merasa begitu yakin bahwa mereka harus pergi ke arah Timur. Sebab itulah yang dikatakan oleh para seniornya yang telah pergi ke Roma. Keduanya saling berselisih yang akhirnya berusaha ditengahi oleh biarawati ketiga.

Biarawati ketiga menyuruh biarawati kedua membuka Alkitab yang ia bawa secara acak, sedangkan biarawati pertama harus menunjuk ke salah satu ayat di dalam kitab yang mana ia tidak bisa melihatnya. Setelah itu, biarawati ketiga membaca ayat yang terpilih di dalam Alkitab sebagai petunjuk perjalanan mereka.

Ternyata ayat tersebut memuat kata “utara” sehingga mereka pun reka harus pergi ke arah Utara.

Hatta, berangkatlah mereka bertiga meneruskan perjalanan bersama-sama ke Roma. Setelah sekian waktu lamanya, mereka akhirnya tiba dengan selamat. Mereka berziarah selama beberapa hari dan beberapa minggu, lalu kembali ke biara dan kota asal masing-masing. Tetapi sebelumnya, mereka berjanji untuk melakukan perjalanan yang sama setiap beberapa tahun sekali bersama-sama.

Beberapa tahun kemudian, sesuai janji, mereka bertemu lagi di tempat yang sama untuk pergi ke Roma. Kali ini mereka sudah jauh lebih tua daripada sebelumnya. Seorang anak muda yang sudah sering berpergian menemukan mereka dan menawarkan diri untuk mengantar mereka dengan keretanya. Mereka setuju, tetapi mereka bertiga sempat memarahi si anak muda karena membawa mereka ke Roma ke arah Selatan.

Walaupun demikian, mereka akhirnya sampai juga di Roma dengan waktu yang lebih cepat daripada yang mereka perkirakan. Sejak saat itu mereka tidak pernah mempersoalkan mengenai arah. Mereka juga berterimakasih kepada Tuhan karena mata, telinga, mulut, maupun kaki mereka yang masing-masing memiliki kekurangan sekarang telah mendapat gantinya dari Tuhan.

“Banyak jalan ke Roma…tapi siapakah sebenarnya mereka?

dan apakah sebenarnya Roma?”

One response to “Banyak Jalan Menuju Roma

  1. Yang terlintas di benakku:
    Berpikir benar…(biarawati buta)
    Berkata benar…(biarawati bisu)
    Bertindak benar…(biarawati lumpuh)

    Atau bisa juga:
    Akal
    Nafsu
    Nurani

    Akal dan nafsu selalu bertikai dan nurani menjadi penengahnya….
    Bila ketiganya bersatu, tujuan hidup insya Allah tercapai.

    Roma: tujuan hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s