Membaca Bible (Alkitab), Menemukan Islam

Judul Buku : Bacalah Bible

Karya: Thomas McElwain

Terbit Tahun: 2006

Tema-tema yang berkenaan dengan hubungan Islam-Kristen-Yahudi (baik antar kitab suci, sejarah, teologi, ritual dll) sudah banyak dibahas oleh para cendekiawan seperti Ahmad Deedat, Maurice Bucaille, Karen Armstrong, dan lain-lain. Thomas McElwain diantaranya. Karya-karyanya termasuk mengenai “rahasia keajaiban” shalat, ajaran Islam dalam Bibel, pengalamannya ziarah ke tanah suci Mekkah, dll.

Sebelum memahami konteks dari buku, barangkali perlu diketahui bahwa McElwain pernah menjadi seorang pendeta Baptis Hari Ketujuh, namun kajian perbandingan agama lebih memikat hatinya sehingga dia menjadi peneliti di dalam bidang ini. Kelebihan dari McElwain adalah dia menguasai bahasa Ibrani biblikal, bahasa Arab, dan beberapa bahasa lain, termasuk bahasa atau dialek suatu suku di pedalaman Amerika tempat McElwain pertamakali melakukan kajian perbandingan agama. McElwain tampaknya adalah seorang pejuang ilmiah yang berupaya mencari benang merah pada setiap ajaran agama dan kitab suci agama demi perdamaian dunia.

Sungguh menarik ketika McElwain berhasil menemukan dengan jelas ritual dan ajaran Islam dalam Alkitab, tidak hanya hal-hal yang universal, namun juga yang selama ini dianggap sebagai partikular Islam. Usaha McElwain membedah Bibel sama seperti upaya pencarian seorang muallaf, mantan uskup Unitarian gereja Nestorian pada awal abad-20, terhadap siapa sebenarnya sosok nabi baru dalam nubuat Alkitab ditujukan, hal yang mungkin menginspirasi Ahmad Deedat, dan orang-orang yang ingin membuktikan bahwa Muhammad benar-benar seorang nabi seperti yang ada dalam Alkitab sendiri (saya lupa judul buku dan pengarangnya, dan belum berhasil menemukan buku tersebut lagi di lemari buku ayah saya).

McElwain juga objektif dalam menyampaikan argumen-argumennya bahwa teks-teks Bibel, dengan segala kemungkinan beban kerusakan zaman, mengandung ajaran-ajaran Islam baik aspek ritual dan teologinya. McElwain, mantan pendeta Baptis Hari Ketujuh yang sekarang menjadi peneliti berbagai agama, sekte dan kepercayaan, tidak berusaha mengklaim bahwa hanya satu kitab suci yang benar dan sebaliknya, melainkan bahwa keduanya memiliki benang merah bahkan saling mendukung satu sama lain. Hanya dengan cara pembacaan yang lebih komprehensif dan teliti mengikuti berbagai metode, termasuk memahami metafora, alegori dan simbol-simbol angka yang muncul.

Meskipun dengan kelemahan tanpa daftar pustaka (hanya catatan kaki), McElwain berhasil menunjukkan bahwa dalam Bibel terdapat lima rukun Islam dan enam rukun Iman, bahkan ditambahi pula dengan satu tambahan rukun dalam Islam mazhab Syiah, yaitu Imamah, yang ternyata terdapat dalam Alkitab. Hal ini mesti difahami karena pihak pusat Islam Iran-lah yang mengundang McElwain melakukah ziarah suci ke Mekkah. Selain itu, juga ada hal-hal yang selama ini kita anggap khas karakteristik fikih Islam, ternyata juga ada dalam Alkitab, seperti pernikahan, hukum zina, poligami, makanan halal, penyucian, dll. Yang mengejutkan berbagai varian ritual dan ajaran Alkitab juga bisa ditemukan variannya dalam berbagai mazhab Islam.

Berikut adalah poin-poin mengenai teologi, akidah,hukum, serta praktek ibadah umat Islam yang menurut hasil penelitian McElwain terdapat dalam Alkitab. Karena keterbatasan tempat dan waktu, maka poin-poin tersebut tidak diikuti dengan pencantuman surah dan ayat-ayat dalam Alkitab yang disebutkan dan dijelaskan oleh McElwain dalam bukunya.

  1. Bibel mengajarkan Keesaan Tuhan, bukan Trinitas.

Mc. Elwain berkesimpulan kendati ada ayat-ayat dalam Alkitab yang dapat ditafsirkan untuk mendukung doktrin Trinitas, tetapi tak pernah ada teks yang secara tersurat menyatakannya. Adalah sebuah kenyataan sejarah bahwa “Trinitas” adalah produk di luar Alkitab.

  1. Tuhan itu Maha Esa.
  2. Jawaban-jawaban Unitarian terhadap Trinitarian
  3. Mukjizat-mukjizat Yesus dari Allah
  4. Istilah Bapa dan Anak Tuhan dalam Bibel dan ekspresi-ekspresi hubungan Yesus dan Tuhan lainnya yang merupakan ekspresi manusia.
  5. Istilah “Kami” dalam Alkitab
  6. Penjelasan ttg Eisegesis (membaca pikiran seseorang ke dalam teks)
  7. Memaknai sabda-sabda Yesus dengan cara pandang mazhab Syiah
  1. Bibel mengajarkan kesucian (wudhu, makanan halal, dll)
    1. Mencuci kaki
    2. Mencuci tangan
    3. Melakukan ritual membersihkan dari najis seperti bersentuhan dengan jenazah atau kegiatan seksual
    4. Berbagai varian rincian penyucian
    5. Mensucikan diri sebelum ibadah
    6. Memandikan jenazah (Yeremia 2:22)
    7. Praktek penyucian murid-murid Yesus (Ibrani 10:22)
    8. Makan makanan halal, yang disembelih dengan nama Allah, dst
    9. Khitan bagi laki-laki beriman
  1. Bibel mengajarkan shalat seperti shalatnya kaum Muslim

Fitur-fitur shalat seperti sujud dengan wajah di atas tanah (tetapi di atas bahan lain tidak pernah disebutkan), posisi dengan kedua lutut ditekuk di atas tanah dan wajah di atas tanah persis di depan dan di antara kedua lutut (seperti duduk diantara dua sujud dalam shalat) digambarkan secara normatif dalam Alkitab.

    1. Shalat (sujud menyembah kepada Allah) dengan wajah di atas tanah [Bandingkan penganut mazhab Ja’fari yang mewajibkan unsur tanah dalam sujud]
    2. Waktu shalat (tiga waktu sama seperti Muslim, pagi, siang dan malam)
    3. Tujuh kali sembahyang[bandingkan 5 shalat wajib, plus shalat dhuha dengan shalat tahajjud].
    4. Posisi-posisi shalat: sujud dan berlutut, berdiri, duduk di antara sujud- sujud.
    5. Shalat jemaah
    6. Tentang berDoa menengadahkan tangan
    7. Tentang berTakbir “Allahuakbar”
    8. Tentang meluruskan tangan [bandingkan berdiri setelah rukuk dan shalat berdiri tanpa bersedekap seperti mazhab Maliki dan Ja’fari]
    9. Petunjuk beribadah dalam berbagai varian
    10. Arah sembahyang/Kiblat:  Kiblat kaum Yesus ke Yerusalem, tetapi Yesus menegaskan akan tiba masa kiblat kaum beriman dipindahkan
    11. Tentang al-Fatihah sebagai surat pertama yang dibaca dalam shalat
  1. Bibel mengajarkan puasa pada bulan kesembilan

Setelah membahas doa pada Khotbah di atas Bukit (Matius 6) Yesus melanjutkkannya dengan puasa.

Fitur-fitur puasa kaum Muslim yaitu puasa berhari-hari tanpa makan dan minum juga terdapat dalam Bible, yang mustahil dilakukan seharian penuh, melainkan ada waktu “berbuka puasa” pada malam hari seperti kaum Muslim.

    1. contoh-contoh puasa
    2. kebiasaan pada saat puasa
    3. puasa pada waktu perkumpulan khidmat
    4. puasa pada waktu krisis masa “Pembuangan Yahudi ke Babilonia” berpuasa pada bulan ke4, ke5, ke7 dan ke10
    5. puasa 40 hari tidak makan roti dan tidak minum air
    6. puasa sebagai praktek bersama/umum
    7. puasa pada bulan kesembilan dalam kalender Yahudi yang bersistem lunar– Bandingkan kaum Muslim puasa pada bulan Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender sistem lunar
    8. larangan-larangan dan anjuran ketika Puasa
    9. praktek dasar puasa dari Musa hingga Petrus & Paulus
  1. Bibel mengajarkan ziarah ke Tanah Suci pada bulan keduabelas

Ziarah ke tanah Suci dengan segala fiturnya diajarkan oleh Bibel dengan jelas.

    1. Tanah suci (dan juga arah kiblat) yang akan dipindahkan dari Yerusalem (baca: ke Mekkah) Ini adalah tanah suci yang akan diziarahi orang-orang yang benar-benar menyembah Tuhan [bandingkan dengan “Naik Haji’].
    2. Jika belum bisa berziarah, boleh memotong daging kurban dan memakan dagingnya [bandingkan hari raya Haji bersamaan hari raya Kurban]
    3. Perayaan-perayaan suci dalam Alkitab dalam Mazmur. Lima bagian Mazmur, pada bagian keempat diberi jeda “amiin”. menyebut perayaan tahunan di dalam Taurat a.l Perayaan Pantekosta pada bulan ke9 seperti perayaan Ramadhan. Perayaan meniup serunai pada sepuluh hari pertama bulan pertama (bulan ke-7 Taurat) dilestarikan sebagai Asyura Muharram.
    4. Perayaan terakhir, perayaan Pondok Daun (tebernekel) yaitu ziarah pada akhir tahun (bulan ke-12)
    5. Ciri-ciri pengurbanan, berjalan keliling (tawaf?) dan berdoa ketika ziarah ada dalam alkitab
    6. Ziarah suci dipindahkan ke Bakkah atau Baka (nama kuno Mekkah)
    7. Pindahnya arah kiblat dan tanah suci telah ada sejak Daud memindahkan Tabut ke Yerusalem
  1. Bibel mengajarkan berkorban

Praktek ritual berkorban kepada Allah telah dikenal sejak zaman nabi Adam. Hal ini pun dijelaskan dalam kisah-kisah yang ada di Bible.

    1. Bukan Ishak yang dikurbankan Ibrahim, tapi Ismail.
    2. Berkurban semampunya, tidak berlebih-lebihan
    3. Mengurbankan diri = Mati syahid dalam Bible
  1. Bibel mengharamkan riba

Alkitab menyebut riba sebagai “neshek” yang secara harfiah berarti menyengat seperti seekor ular berbisa.

  1. Bibel menganjurkan pernikahan, membolehkan perceraian dan poligami

McElwain menyiratkan kepada kita agaknya keliru jika selama ini kita mengira hukum pernikahan berubah-ubah secara revolusiener yakni setiap nabi baru datang membawa hukum baru. Perubahannya sedikit, tidak revolusiener.

    1. Alkitab menganjurkan pernikahan, tidak ada anjuran hidup selibat seperti halnya  yang diyakini orang Katolik:
    2. Poligami dibenarkan (tanpa batas)
    3. Penafsiran ulang “Hubungan Sedarah” Para Nabi dalam Alkitab
    4. Pergundikan atau Menggauli Budak-budak
    5. Menikah dengan Yang Seiman
    6. Penetapan Mas Kawin
    7. Wali nikah adalah Ayah atau Saudara Laki-laki
    8. Memakai Kerudung di Hadapan Laki-laki sebelum Pernikahan
    9. Istri Bermahar dan Istri Budak (bukan gundik)
    10. Tidak Menikahi Saudara Perempuan Istri
    11. Tidak boleh Menikah dengan Lelaki belum disunat
    12. Turun Ranjang
    13. Hukum ttg Pernikahan & perlunya bimbingan Illahi dlm hukum ini
    14. Melarang Aktivitas Seksual di luar kontrak pernikahan bagi orang yang menikah [bandingkan hukum zina yang lebih keras kepada orang-orang yang telah menikah]
    15. Pernikahan melalui Pembelian
    16. Perlindungan terhadap wanita hamil
    17. Hukum-hukum terhadap perbuatan zina
    18. Hukum-hukum terhadap pernikahan terlarang.
    19. Larangan pelacuran
    20. Perceraian diizinkan; penafsiran ulang makna perceraian yg terlarang.
    21. Hukum perzinahan tanpa saksi
    22. larangan perang bagi yang belum sempurna menikahnya
    23. Kontradiksi2 hukum  perkawainan akibat penyimpangan tekstual
    24. Sikap atas tuduhan terhadap ketidakperawanan
  1. Surat Yakobus dan al-Fatihah

Surat Yakobus adalah penjelasan makna ayat-ayat al-Fatihah.

  1. Bimbingan Illahi (keyakinan Muslim Syiah)

Yesus seperti para nabi dan rasul dan para washi adalah maksum dan memperoleh bimbingan Illahi. Para rabbi menolak konsep “bimbingan Illahi” ini ketika Yesus menyatakan dia membawa wahyu Illahi kendati dia menegaskan bahwa dia mengikuti hukum Musa. Demikian juga Muhammad ditolak oleh para pendeta karena mereka menolak konsep ini. Begitu pun muslim Sunni (menurut McElwain) menolak konsep ini dengan menolak keimamahan Ali.

  1. Angka Duabelas dan Tujuh

Dua angka tersebut banyak ditemukan dalam Alkitab. McElwain mengklaim bahwa Imam 12 yang diyakini Syiah adalah kelestarian dari tradisi keyakinan bangsa-bangsa Semit. Putra-putra Yakub yang menjadi imam 12, begitupun raja-raja keturunan Ismail dan Ishak. Kemudian ada teori mengenai selalu ada masalah pada imam atau penerus ketujuh (bandingkan adanya Syiah Ismailiyah yang pecah dari syiah pada saat keimamahan ketujuh). Nama-nama para 12 imam atau raja-raja yang ada dalam Alkitab secara tersirat dan tersurat bermakna sama/serupa dengan 12 Imam suci menurut Muslim Syiah.

  1. (kecenderungan) Teologi

Kecendrungan teologis dalam Alkitab bagi Mc.Elwain adalah mirip teologi Syiah Imamiyah, bukan jabbariyah (atau mutazilah) mutlak maupun qadariyah (atau asy’ariyyah) mutlak, meskipun ada sekte-sekte seperti dalam Islam yang menafsirkan lain.

  1. Komentar Terhadap Nubuat Muhammad yang ditafsirkan Ahmad Deedat mengenai nubuat datangnya Muhammad dalam Bible.

  1. Penyaliban Yesus

Memaknai kembali konflik antara umat Islam dan Kristen yang berbeda pendapat mengenai penyaliban Yesus. McElwain berupaya mencari jalan tengah.

Dari isi buku tersebut, kesimpulan saya adalah sbb:

  1. McElwain menganggap umumnya umat Kristen dan Yahudi tidak lagi mempraktekkan ritual maupun hukum-hukum dalam Alkitab, tetapi umat Islam yang meneruskan tradisi & ajaran monoteistik Semit yang ada dalam Alkitab, namun berdasarkan alQur’an dan Sunnah Nabi.
  2. Umat Islam harus merasa percaya diri apabila “diserang” bahwa agamanya bid’ah atau tersesat atau murtad (infidel) oleh umat Kristen dan Yahudi, sebab nyata-nyata Alkitab atau Bible sebagai kitab suci mereka menceritakan kisah para nabi, orang-orang suci, dsb yang menjalankan ritual-ritual dan hukum-hukum seperti orang Islam.
  3. Inilah benang merah umat Islam dengan umat Kristen dan Yahudi, sehingga dengan diketahui persamaan ajaran baik yang bernilai universal (seperti nilai kasih-sayang) sampai ke ritual-ritual dalam Alkitab, maka dengan alasan inilah perdamaian seharusnya bisa dicapai. Tentu, dengan catatan, bahwa perbedaan di antara semua pihak tak boleh dipaksakan apalagi menjadi alasan untuk perang.
  4. McElwain menganggap satu-satunya komunitas yang paling melestarikan tradisi monoteistik Semit adalah kaum Muslim Syi’ah. Wallahualam.

Bagaimana pun bukan tertutup jalan untuk mengkritik McElwain. Tentunya, karena McElwain menghadirkan pendapatnya dengan studi ilmiah dan kemampuan bahasa biblikal, maka kritik pun harus dengan bekal ilmiah, bukan sekadar arogansi dan prasangka. Selamat Membaca!

One response to “Membaca Bible (Alkitab), Menemukan Islam

  1. akademis sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s