Sajak Romantis

Musim

(untuk Mas Agus)


Jika ada musim gugur yang mesti kutunggu

bukan musim gugur untuk meninggalkan

angin dingin yang menggigit kulit

hanya menyapu daun-daun rontok

kelopak-kelopak bunga yang layu

mereka juga terbang seperti burung-burung

sebelum musim dingin menerobos lewat

lubang-lubang langit dan butir-butir salju

setelah itu musim semi pasti terbit kembali

Aku telah menanam benih-benih bunga

crocus-crocus kuning bahkan telah menunggu

untuk tersenyum dan melambaikan tangan

matahari tidak akan berpaling

mawar-mawar akan menari lagi

selama kau yakin merah pipi dan pink bibirku

cerah merona di matamu

Bahkan musim panas hanya permainan matahari

Langit dengan bulan sabit

dikepung gugusan bintang-bintang

belum sepenuhnya lenyap

Kemarau pasti akan berlalu

seperti badai dan gempa bumi

tsunami menyapu sekali dua kali

untuk menghempas pantai – istana pasir

tempat kita berteduh tidak abadi

Hujan yang dinanti-nanti

jika terlalu deras seperti air mata

yang kaupercikkan dari bara api,

kota-kota dan sawah ladang tenggelam

dalam murkanya

Semuanya, setelah terlampaui

adalah musim yang datang dan pergi

sepanjang zaman

Di laut – ada ombak, ada tenang, ada arus pasang

Aku masih berlayar

dalam perahumu

menjala ikan.

Bojong Kulur, 2009

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s